SCENE 1
Narasi : Di sebuah sekolah yang
bernama SMA Sakura. Awal semester baru, dimana murid murid baru berdatangan ke
sekolah SMA Sakura, dan siswa kelas 1 menjadi kelas 2, kelas 2 menjadi kelas 3.
Kelas 3 di SMA Sakura ini belom pernah ada yang bermasalah, tapi di tahun ini,
ada salah satu kelas 3 yang bermasalah yaitu kelas 3B. Sampai sampai guru yang
mengajar di kelas 3B ini pun lama kelamaan keluar karena tidak kuat dengan
prilaku para muridnya.
KONDISI : *Di kelas, terdapat 8 murid,
dimana murid ini sangat tidak sopan dalam bersikap, ada yang duduk di atas
meja, cewek cewek pada ngegosip, yang cowo pada lempar lemparan kertas dan
menjahili temannya sendiri.
Dialog
Arum :
“* memasuki kelas 3B, dan berdiri di belakang meja guru” semuanya selamat pagi
Siswa : “* sama sekali tidak ada yang menjawab salam guru, karena sedang asik dengan kegiatannya sendiri”
Arum : Selama pagi “* dengan nada suara yang lebih keras”
Siswa : “* hanya beberapa siswa yang menjawab salam guru yaitu, Owi, Echa, Ayu, Nun, Maul” Ohayou “* dengan nada suara yang tidak niat mengucapkan ohayou”
Arum : ya, saya Arumu Michiko, saya disini menjadi guru yang akan mengajar dan membimbing murid di kelas ini, Yoroshiku onegai shimasu
Siswa : Yoroshiku “* masih dengan nada yang tidak niat menjawab”
Arum : ya, sekarang ibu ingin tahu nama kalian, jadi tolong perkenalkan diri satu satu
Siswa : “*situasi malah menjadi tabah brisik, ngobrol apa aja yang penting pake bahasa jepang”
Arum : “* Semuanya, tolong perhatiannya, dan tolong tenang
Riki : Sensei, kalo kau ingin tenang, jangan disini lebih baik pergi saja sana.
Resna : ya, pergi dan makan siang lah
Riki, resna, irfan : hahahhehe wkwk
Arum : “*dengan ekspresi sedih dan kecewa, arum pun melangkah dengan tidak terlalu cepat keluar pintu”
Owi : “* saat arum hampir keluar dari pintu, oi berdiri dan memperkenalkan diri” Chiba Makoto desu, yoroshiku
Arum : “* hanya memandang dan tidak direspon, dan kembali berjalan keluar”
Echa : “*Setelah arum keluar” Kalian semua tidak punya perasaan, apa kalian tidak punya sopan santun dalam sikap, dia itu seorang guru, seharusnya kalian semua menghormatinya.
Irfan : Hey kau, kau ngomong apa? Kalau kau kasihan melihatnya, kenapa kau tidak ikut dengannya makan siang dan mencari ketenangan, tetapi jangan dating lagi kesini
Riki, Resna Irfan : hahaheheh wkwkwk
Siswa : “* sama sekali tidak ada yang menjawab salam guru, karena sedang asik dengan kegiatannya sendiri”
Arum : Selama pagi “* dengan nada suara yang lebih keras”
Siswa : “* hanya beberapa siswa yang menjawab salam guru yaitu, Owi, Echa, Ayu, Nun, Maul” Ohayou “* dengan nada suara yang tidak niat mengucapkan ohayou”
Arum : ya, saya Arumu Michiko, saya disini menjadi guru yang akan mengajar dan membimbing murid di kelas ini, Yoroshiku onegai shimasu
Siswa : Yoroshiku “* masih dengan nada yang tidak niat menjawab”
Arum : ya, sekarang ibu ingin tahu nama kalian, jadi tolong perkenalkan diri satu satu
Siswa : “*situasi malah menjadi tabah brisik, ngobrol apa aja yang penting pake bahasa jepang”
Arum : “* Semuanya, tolong perhatiannya, dan tolong tenang
Riki : Sensei, kalo kau ingin tenang, jangan disini lebih baik pergi saja sana.
Resna : ya, pergi dan makan siang lah
Riki, resna, irfan : hahahhehe wkwk
Arum : “*dengan ekspresi sedih dan kecewa, arum pun melangkah dengan tidak terlalu cepat keluar pintu”
Owi : “* saat arum hampir keluar dari pintu, oi berdiri dan memperkenalkan diri” Chiba Makoto desu, yoroshiku
Arum : “* hanya memandang dan tidak direspon, dan kembali berjalan keluar”
Echa : “*Setelah arum keluar” Kalian semua tidak punya perasaan, apa kalian tidak punya sopan santun dalam sikap, dia itu seorang guru, seharusnya kalian semua menghormatinya.
Irfan : Hey kau, kau ngomong apa? Kalau kau kasihan melihatnya, kenapa kau tidak ikut dengannya makan siang dan mencari ketenangan, tetapi jangan dating lagi kesini
Riki, Resna Irfan : hahaheheh wkwkwk
Narasi :
Arumu Michiko pun pergi karena kecewa terhadap prilaku siswa yang seperti itu,
sebab karena itu arumu michiko pergi ketempat yang sepi dan tenang, untuk
menenangkan dirinya, tetapi saat dia lagi menenangkan diri, dia bertemu dengan
anak jalanan yaitu, Sakaki Takeshi ( Ardi ), Fujiwara Sotoku (aziz), dan Ryuji
(Rian).
SCENE 2
Narasi :
selanjutnya disuatu tempat yang sepi ini, Arumu michikosedang duduk di atas
kursi dan tiba tiba munculah tiga orang anak jalanan, yang mengganggu Arumu
michiko
Arum :
“* duduk di atas kursi dan ngobrol dengan diri sendiri” Apa yang harus
kulakukan saat ini. Kenapa harus seperti ini terjadinya
Ardi : “* memegang pundak arum” Hey apa yang kau lakukan disini, berani sekali kau menduduki kursi ini, sana pergilah
Arum : “* dengan muka panic” Gomenasai
Aziz : “* menagkap tangan arum, saat arum ingin pergi” tunggu, tidak smudah itu kau pergi setelah melakukan ini
Arum : lepaskan apa yang akan kau lakukan?
Aziz : “* melihat perhiasan arum” ternyata kau memakai barang barang yang mahal, boleh kah aku mengambilnya cantik “* sambil mencolek dagu arum”
Arum : Lepaskan “* membrontak”
Ardi dan rian : “* menahan dan memegangi arum biar tidak bisa bergerak”
Aziz : “* mengambil secara paksa”
Arum :”* berteriak” Tatsukete kudasai
Ardi : Percuma tempat disini sangat sepi, jadi tidak aka nada satu orang pun yang akan menolong mu
Arum : “* tetap berteriak” Tatsukette
Ardi : “* memegang pundak arum” Hey apa yang kau lakukan disini, berani sekali kau menduduki kursi ini, sana pergilah
Arum : “* dengan muka panic” Gomenasai
Aziz : “* menagkap tangan arum, saat arum ingin pergi” tunggu, tidak smudah itu kau pergi setelah melakukan ini
Arum : lepaskan apa yang akan kau lakukan?
Aziz : “* melihat perhiasan arum” ternyata kau memakai barang barang yang mahal, boleh kah aku mengambilnya cantik “* sambil mencolek dagu arum”
Arum : Lepaskan “* membrontak”
Ardi dan rian : “* menahan dan memegangi arum biar tidak bisa bergerak”
Aziz : “* mengambil secara paksa”
Arum :”* berteriak” Tatsukete kudasai
Ardi : Percuma tempat disini sangat sepi, jadi tidak aka nada satu orang pun yang akan menolong mu
Arum : “* tetap berteriak” Tatsukette
Narasai
: Setelah Arumu Michiko berteriak minta tolong, datanglah Onibaku Yasashi yang
tidak sengaja melewati tempat ini dan menolong Arumu Michiko
Burhan :
“*nada suara tinggi” Yamerou
( Semua menengok kearah burhan)
Rian : hee, Dare datto omae wa?
Burhan : Kau tidak perlu tau siapa aku, yang penting cepat lepaskan dia, kalau tidak kau mati sekarang juga
Rian : Apa yang kau katakana sialan
Burhan : Mati kau
Rian : Kusoo yarou, “* berlari dan menghajar burhan”
( Semua menengok kearah burhan)
Rian : hee, Dare datto omae wa?
Burhan : Kau tidak perlu tau siapa aku, yang penting cepat lepaskan dia, kalau tidak kau mati sekarang juga
Rian : Apa yang kau katakana sialan
Burhan : Mati kau
Rian : Kusoo yarou, “* berlari dan menghajar burhan”
Kondisi
: *Berantem
Narasi :
satu persatu dikalahkan oleh onibaku yasashi,tetapi anak jalanan itu pun
berhasil kabur. Dan arumu michiko pun selamat, dan arumu mchiko juga
mengekspresikan terimakasihnya pada onibaku yasashi
Burhan :
“* menghampiri Arum” Kau tidak apa apa? Apa kau terluka?
Arum: Aku tidak apa apa, tidak sama sekli ada yang terluka, makasih ya sudah menolongku
Burhan : iiye iiye, Zenzen daijyoubu
Arum : Arumu Michiko desu.
Burhan : “* dengan ekspresi kaget” he, o onibaku yasashi desu
Arum : “* Ketawa kecil” nama yang aneh ya, hehe
Burhan : hehe “* sambil menggaruk garuk kepala” hmm, ngomog ngomong sedang apa kau sendirian di tempat yang sepi ini? Lagi ada masalahya ?
Arum : “* sambil duduk” Ya kau benar, hari ini aku menjadi guru baru di SMA Sakura, tapi aku tidak kenapa murid murid ku melakukan hal yang buruk kepada ku, apa dari akunya yang salah dalam memulai, aku tidak mengerti, sampai sampai muridku bilang, “Pergilah jika kau ingin tenang”
Burhan : Bukan kau yang salah memulainya, tapi murid itulah yang bermasalah, harus di berikan pelajaran murid yang seperti itu
Arum : begitu yaa
Burhan : Apakah di sekolah SMA Sakura sedang membuka pendaftaran guru baru?
Arum : hmm, ya sepertinya, mungkin
Arum: Aku tidak apa apa, tidak sama sekli ada yang terluka, makasih ya sudah menolongku
Burhan : iiye iiye, Zenzen daijyoubu
Arum : Arumu Michiko desu.
Burhan : “* dengan ekspresi kaget” he, o onibaku yasashi desu
Arum : “* Ketawa kecil” nama yang aneh ya, hehe
Burhan : hehe “* sambil menggaruk garuk kepala” hmm, ngomog ngomong sedang apa kau sendirian di tempat yang sepi ini? Lagi ada masalahya ?
Arum : “* sambil duduk” Ya kau benar, hari ini aku menjadi guru baru di SMA Sakura, tapi aku tidak kenapa murid murid ku melakukan hal yang buruk kepada ku, apa dari akunya yang salah dalam memulai, aku tidak mengerti, sampai sampai muridku bilang, “Pergilah jika kau ingin tenang”
Burhan : Bukan kau yang salah memulainya, tapi murid itulah yang bermasalah, harus di berikan pelajaran murid yang seperti itu
Arum : begitu yaa
Burhan : Apakah di sekolah SMA Sakura sedang membuka pendaftaran guru baru?
Arum : hmm, ya sepertinya, mungkin
Narasi :
Onibaku yasashi pun, mendaftar sebagai guru baru di SMA Sakura, dan akhirnya
onibaku yasashi pun diterima dan masuk menjadi guru SMA Sakura, dan dia yang
akan mengajar di kelas 3B
SCENE 3
Narasi :
Hari pertama Onibaku yasashi mengajar di SMA Sakura, yaitu di Kelas 3B, tetapi
anak kelas 3B belom mengetahui kalau Onibaku Yasashi lah yang akan mengajar di
kelas 3B
Burhan :
“* berjalan masuk dan berdiri di
belakang meja” Damare “* sambil menggebrak meja”
Siswa : “* yang awalnya berisik, terdiam karena mendengar gebrakan meja dari burhan”
Riki : kau ini siapa?
Burhan : “* menulis initial GTO” Gret Teacher Onibaku
Irfan : hey kau, ngapain kau dating ke kelas ini?
Burhan : “* menghampiri irfan, menggebrak mejanya” Pertanyaan yang bagus, jya aku disini sebagai guru baru yang akan mengajar kalian semua, dan aku akan menunjukan bagai mana menjadi guru yang sebenarnya.
Maul : hey, kau ini sangat aneh, guru ya guru, itu lah kerjanya, memberikan kami pelajaran, menyusahkan kami dengan pekerejaan rumahnya, guru hanya manusia yang membosankan.
Burhan : “* sambil berjalan ke meja guru” yang kau ungkapkan tadi itu bukanlah sesosok guru, tapi hanya orang yang mendidik, tapi aku ini guru, jadi jangan banyak bicara, cepat perkenalkan nama kalian, dari kau “ * dari sebelah kanan burhan”
Ayu : “* berdiri dengan ekspresi kaget” Hai, Chisai Ayu desu
Echa : Kizu Natsumi, yoroshiku
Owi : Chiba Makoto desu, yoroshiku
Resna : Mika Minami desu
Maul : Sairenji Karen desu
Nur : Nori Mouri desu yoroshiku.
Riki : “* dengan tampang nyolot” Kenji kogoro, yoroshiku
Irfan : Yamato Pan, yoroshiku
Burhan : yaa, semuanya, mohon kerjasamanyaa.
Siswa : “* yang awalnya berisik, terdiam karena mendengar gebrakan meja dari burhan”
Riki : kau ini siapa?
Burhan : “* menulis initial GTO” Gret Teacher Onibaku
Irfan : hey kau, ngapain kau dating ke kelas ini?
Burhan : “* menghampiri irfan, menggebrak mejanya” Pertanyaan yang bagus, jya aku disini sebagai guru baru yang akan mengajar kalian semua, dan aku akan menunjukan bagai mana menjadi guru yang sebenarnya.
Maul : hey, kau ini sangat aneh, guru ya guru, itu lah kerjanya, memberikan kami pelajaran, menyusahkan kami dengan pekerejaan rumahnya, guru hanya manusia yang membosankan.
Burhan : “* sambil berjalan ke meja guru” yang kau ungkapkan tadi itu bukanlah sesosok guru, tapi hanya orang yang mendidik, tapi aku ini guru, jadi jangan banyak bicara, cepat perkenalkan nama kalian, dari kau “ * dari sebelah kanan burhan”
Ayu : “* berdiri dengan ekspresi kaget” Hai, Chisai Ayu desu
Echa : Kizu Natsumi, yoroshiku
Owi : Chiba Makoto desu, yoroshiku
Resna : Mika Minami desu
Maul : Sairenji Karen desu
Nur : Nori Mouri desu yoroshiku.
Riki : “* dengan tampang nyolot” Kenji kogoro, yoroshiku
Irfan : Yamato Pan, yoroshiku
Burhan : yaa, semuanya, mohon kerjasamanyaa.
Narasi :
Akhirnya kelaspun selesai, dan Onibaku yasashi tidak memberikan PR terhadap
muridnya dan selagi belajar dia hanya menceritakan tentang dirinya tidak ada
pelajaran. Selanjutnya, para siswa pun pulang, tapi Kenji kogoro, Mika Karen,
Sairenji Karen, Yamato pan, dan Mika Minami, tidak langsung pulang, mereka ber
empat mencoba untuk mampir ke café.
Maul :
aa bosan banget nih. “* sambil berjalan”
Resna : benar benar, sangat membosankan, apa lagi sama guru oniapalah itu, dasar guru sialan, gua kerjain dia besok, biar gak betanh ngajar di kelas 3B.
Riky : gua setuju, oke besok adalah pembalasan terhdap guru.
Irfan : yaa yaa, tapi sekarang kita kemana nih, perut gua juga laper nih, bagai mana kalo kita ke café saja?
Maul : Souda, kenji kun doudesuka?
Riky : “* menggerakan kepala” ikuzee..
Resna : ikimashiyo “* sambil merangkul riky”
Resna : benar benar, sangat membosankan, apa lagi sama guru oniapalah itu, dasar guru sialan, gua kerjain dia besok, biar gak betanh ngajar di kelas 3B.
Riky : gua setuju, oke besok adalah pembalasan terhdap guru.
Irfan : yaa yaa, tapi sekarang kita kemana nih, perut gua juga laper nih, bagai mana kalo kita ke café saja?
Maul : Souda, kenji kun doudesuka?
Riky : “* menggerakan kepala” ikuzee..
Resna : ikimashiyo “* sambil merangkul riky”
SCENE 4
Narasi :
Di café ini, kenji, pancan, Karen dan mika,melakukan prilaku yang buruk,
sehingga mereka mendapatkan masalah, terhadap anak jalanan yang sebelumnya
pernah mengganggu Arumu michiko, dan akibatnya terjadilah pertikaian di dalam
café.
Riki :
Karen can, lihatlah orang yang duduk disana “*menunjuk ke arah bowo”
Maul : Yang mana, yang mana ?
Riki : Itu yang mukanya sangat buruk, yang terlihat seperti gembel.
Maul : haha, apa yang kau bicarakan.
Irfan : tapii, kenapa berteman dengan cewek cantik ya, kasihan sekali cewek itu.
Resna : Pancan, tapii masih cantikan aku kan?
Irfan : Atari maedarou.
Minna : hahahehewkwk
Maul : Yang mana, yang mana ?
Riki : Itu yang mukanya sangat buruk, yang terlihat seperti gembel.
Maul : haha, apa yang kau bicarakan.
Irfan : tapii, kenapa berteman dengan cewek cantik ya, kasihan sekali cewek itu.
Resna : Pancan, tapii masih cantikan aku kan?
Irfan : Atari maedarou.
Minna : hahahehewkwk
Narasi :
Anak anak bandel itu pun merasa terganggu dengan kelakuan dari riki dan
teman2nya yang membicarakan mereka.
Ardi dan
alfi : “* gebrak meja dan jalan kearah riki”
Ardi : Apa yang kau bicarakan tentang kami tadi sialan? “* sambil menjenggut kerah baju riki”
Resna : Ada apa ya?
Alfi : Diam kau wanita jalang “* membentak resna”
Riki : apaan maksud lu “* mendorong bowo”
Geng jalanan : “* dating menghampiri, dan memegang satu persatu agar tidak kabur”
Ardi : “* memukul riki” Kuso yarou.
Riki : “*jatuh”
Ardi dan temannya : “*membawa mereka ketempat bascam”
Ardi : Apa yang kau bicarakan tentang kami tadi sialan? “* sambil menjenggut kerah baju riki”
Resna : Ada apa ya?
Alfi : Diam kau wanita jalang “* membentak resna”
Riki : apaan maksud lu “* mendorong bowo”
Geng jalanan : “* dating menghampiri, dan memegang satu persatu agar tidak kabur”
Ardi : “* memukul riki” Kuso yarou.
Riki : “*jatuh”
Ardi dan temannya : “*membawa mereka ketempat bascam”
Kondisi
: Alfi memegang resna, Nabil dan agi memegang Maul, ajis dan rian memegang
irfan
Maul :
Apa apaan nih
Resna : Hey, mau dibawa kemana kita
Alfi : berisik diam saja kau
( Yang lain berontak )
Resna : Hey, mau dibawa kemana kita
Alfi : berisik diam saja kau
( Yang lain berontak )
Narasi :
ketika perjalanan menuju tempat persembunyian anak jalanan tersebut, chiba
makoto yang sedang jalan , tidak sengaja melihat teman teman mereka di bawa
oleh orang yang tidak dia kenal,dan chiba pun bersembunya dan menelepon gurunya
yaitu Onibaku yasashi, dan onbaku pun datang bertemu chiba.
Burhan :
Dimana meraka?
Owi : Enggak tau, sepertinya dibawa ke persembunyiannya.
Burhan : kau tau dimana?
Owi : enggak tau, mungkin orang yang ada di café tau dimana tempatnya.
Burhan : kalau begitu, ayo kita tanyakan.
Owi : Enggak tau, sepertinya dibawa ke persembunyiannya.
Burhan : kau tau dimana?
Owi : enggak tau, mungkin orang yang ada di café tau dimana tempatnya.
Burhan : kalau begitu, ayo kita tanyakan.
Narasi :
Onibaku pun menanyakan kepada bartender café, dan ternyata bartender café itu
teman lanya nya, yang bernama Uzumaki Kenzo.
Burhan :
hee, kenzoo?? “* kaget”
Barzach : yoo, onibaku, sudah lam tak bertemu, ada apa tiba tiba datang kesini?
Burhan : ohisashiburu, aku ingin bertanya, kau tahu anak jalanan yang membawa anak murid SMA?
Barzah : aku tahu, emang kenapa?
Burhan : Siswa SMA itu Murid ku, aku menjadi guru sekarang, aku harus menolongnya sekarang.
Barzach : hoo guru yaa??
Burhan : jangan banyak bicara cepat katakan saja.
Barzach : hehe gomen gomen. Sepertinya di jalan dekat pemandian air panas, karena aku sering melihat mereka disitu.
Owi : aku tahu, nama jalan itu, jalan koi kan
Barzach : So iiu koto.
Burhan : jadi kau tahu, kalau begitu ayo cepat
Owi : ya, ikuti aku sensei.
Barzach : yoo, onibaku, sudah lam tak bertemu, ada apa tiba tiba datang kesini?
Burhan : ohisashiburu, aku ingin bertanya, kau tahu anak jalanan yang membawa anak murid SMA?
Barzah : aku tahu, emang kenapa?
Burhan : Siswa SMA itu Murid ku, aku menjadi guru sekarang, aku harus menolongnya sekarang.
Barzach : hoo guru yaa??
Burhan : jangan banyak bicara cepat katakan saja.
Barzach : hehe gomen gomen. Sepertinya di jalan dekat pemandian air panas, karena aku sering melihat mereka disitu.
Owi : aku tahu, nama jalan itu, jalan koi kan
Barzach : So iiu koto.
Burhan : jadi kau tahu, kalau begitu ayo cepat
Owi : ya, ikuti aku sensei.
Narasi :
mereka pun berlari menuju jalan koi, dan tempat itu pun di temukan dan ternyata
benar, anak brandalan itu membawa riki dan teman2nya ke tempat ini, tapi
onibaku pun datang tepat pada waktunya, dan saat nya aksi onibaku dalam
penyelamatan.
SCENE 5
Kondisi :
4 orang di iket di atas kursi, ajis, duduk di kursi sambil merokok layaknya
bos, ardi, rian, alfi, agi, dan nabil, beridi di depan orang yang di ikeat.
Dengan mengungkapkan ekspresi kesalnya karena telah di omongin tentang hal yang
buruk, nabil mearngkul pundaknya rian, agi dan alfi sanling merangkul, dan ardi
membukuk.
Ardi :
“* sambil membungkuk” Kau pikir kau siapa hah?
Irfan : Kau yang siapa, membawa dan mengikat kami disini, kau pikir kau dewa.
Rian : Sakaki kun, lebih baik ambil kaca mata orang itu, biar dia tidak dapat melihat.
Rian,agi,alfi,nabil : “* ketawa”
Ardi : “* mengambil kacamata” Sekarang apakah kau bisa melihat dewa di depanmu. “* haha”
Aziz : “* berdiri dari tempat duduknya dan membuang rokoknya dan berjalan “ karena kau telah membuat masalah terhadap kami, sekarang kau dalam masalah.
Rian : Jadi kita apakan mereka Fujiwara ?
Aziz : lebih kita bunuh anak ini satu persatu “* sambil menjenggut rambut riki” lagian dia hidup hanya menyusahkan orang lain saja.
Rian : yoosaaa.. sudah lama aku tidak membunuh orang.
Agi : ini bagian yang aku suka, melihat orang yang di siksa. Hahah
Alfi : kalau begitu, boleh aku yang mengurus wanita ini “* resna” karena dia sudah bilang bahwa dia lebih cantik dari pada aku, “* sambil nejenggut resna”
Irfan : Kau yang siapa, membawa dan mengikat kami disini, kau pikir kau dewa.
Rian : Sakaki kun, lebih baik ambil kaca mata orang itu, biar dia tidak dapat melihat.
Rian,agi,alfi,nabil : “* ketawa”
Ardi : “* mengambil kacamata” Sekarang apakah kau bisa melihat dewa di depanmu. “* haha”
Aziz : “* berdiri dari tempat duduknya dan membuang rokoknya dan berjalan “ karena kau telah membuat masalah terhadap kami, sekarang kau dalam masalah.
Rian : Jadi kita apakan mereka Fujiwara ?
Aziz : lebih kita bunuh anak ini satu persatu “* sambil menjenggut rambut riki” lagian dia hidup hanya menyusahkan orang lain saja.
Rian : yoosaaa.. sudah lama aku tidak membunuh orang.
Agi : ini bagian yang aku suka, melihat orang yang di siksa. Hahah
Alfi : kalau begitu, boleh aku yang mengurus wanita ini “* resna” karena dia sudah bilang bahwa dia lebih cantik dari pada aku, “* sambil nejenggut resna”
Narasi :
Onibaku pun dan Chiba pun datang untuk menolong
Burhan :
“* melempar kursi ke arah mereka” Lepaskan mereka.
Riki,irfan,resna,maul : SENSEI?? “*kaget”
Anak brandalan : “*menengok burhan”
Aziz : kau lagii, “* kaget”
Resna : Oniapalah, tolong selamatkan kami
Ardi : kau pikir kau siapa, ini tidak ada urusannya dengan mu.
Burhan : “* berlalri” tentu saja ada sialan..
Ardi, Rian, Aziz : “* melawan burhan”
Alfi, Agi, Nabil : “* lari mencari tampat berlindung”
Owi : “* melepas tali yang terikat di tangan”
Riky : Kenapa kai bsa disini Chiba kun?
Owi : Aku melihat kalian dibawa oleh mereka, aku langsung menelpon onibakusan dan langsung datang kesini.
Resna : kenapa kau datang kesini?
Owi : Bukankah kita teman satu kelas? Itulah tugas sebagai teman.
Resna, maul, riki, irfan : Makasih banyak, Chiba
Irfan : Chiba, maafkan aku aku sudah salah menilai mu.
Owi : Iie iie daijyobu, semua orang masih bisa dapat kesempatan untuk berubah. Jya owatta.
Minna: “*melihat onibaku yang sudah menang melawan mereka semua”
Riky : hee, sungoi, melawannya sendirian dan menang.
Irfan : Sugoi Tsuyoku.
Burhan : “* menggaruk2 kepala” hehehe
Riki,irfan,resna,maul : SENSEI?? “*kaget”
Anak brandalan : “*menengok burhan”
Aziz : kau lagii, “* kaget”
Resna : Oniapalah, tolong selamatkan kami
Ardi : kau pikir kau siapa, ini tidak ada urusannya dengan mu.
Burhan : “* berlalri” tentu saja ada sialan..
Ardi, Rian, Aziz : “* melawan burhan”
Alfi, Agi, Nabil : “* lari mencari tampat berlindung”
Owi : “* melepas tali yang terikat di tangan”
Riky : Kenapa kai bsa disini Chiba kun?
Owi : Aku melihat kalian dibawa oleh mereka, aku langsung menelpon onibakusan dan langsung datang kesini.
Resna : kenapa kau datang kesini?
Owi : Bukankah kita teman satu kelas? Itulah tugas sebagai teman.
Resna, maul, riki, irfan : Makasih banyak, Chiba
Irfan : Chiba, maafkan aku aku sudah salah menilai mu.
Owi : Iie iie daijyobu, semua orang masih bisa dapat kesempatan untuk berubah. Jya owatta.
Minna: “*melihat onibaku yang sudah menang melawan mereka semua”
Riky : hee, sungoi, melawannya sendirian dan menang.
Irfan : Sugoi Tsuyoku.
Burhan : “* menggaruk2 kepala” hehehe
( dan 6
orang itu di ikat di kursi )
Burhan :
“* menelepon” oi, kaito, aku punya kerjaan untuk mu, jangan bayak bicara
datanglah ke jalan koi, dn masuklah ke gedung yang sudah tua.
Narasi :
tidak lama Kaito pun datang
RY : yyoo,
oni, apa yang harus kulakukan?
Burhan : dia kan yang selama ini kau incar. “* menunjuk kearah anak brandal”
Ry : hee, ya benar, bikurista, bagai mana kau menangkapnya
Burhan : ceritanya panjang, cepat bawa dia ke kantor.
Ry : yess sir.
Burhan : dia kan yang selama ini kau incar. “* menunjuk kearah anak brandal”
Ry : hee, ya benar, bikurista, bagai mana kau menangkapnya
Burhan : ceritanya panjang, cepat bawa dia ke kantor.
Ry : yess sir.
Narasi :
Akhirnya, anak brandalan itu di tangkap oleh polisi, dan onibaku pun berhasil
menyelamatkan siswanya, riki, irfan, resna, dan maul pun baik baik saja.
Kondisi
: saat narrator membacakan narasi.
Riky :
sensei, terima kasih kalo sensei tidak datang kesini, mungkin kita sudah tidak
lagi ada di dunia ini.
Burhan : sebenarnya yang berjasa, bukan aku tapi anak ini, “* sambil memegang kepala owi” dia yang menelpon ku.
Irfan : Makasih ya Chiba, dan maaf karena kami sering menjahili mu.
Maul : sensei, sensei benar tentang bedanya pendidik dan guru, aku baru kali ini merasakan memiliki guru yang sebenarnya.
Resna : Terima kasih, kalian berdua.
Burhan : Tapi kalian tidak apa apa kan
Minna : daijyobu desu
Burhan : sebenarnya yang berjasa, bukan aku tapi anak ini, “* sambil memegang kepala owi” dia yang menelpon ku.
Irfan : Makasih ya Chiba, dan maaf karena kami sering menjahili mu.
Maul : sensei, sensei benar tentang bedanya pendidik dan guru, aku baru kali ini merasakan memiliki guru yang sebenarnya.
Resna : Terima kasih, kalian berdua.
Burhan : Tapi kalian tidak apa apa kan
Minna : daijyobu desu
Narasi :
Permasalahan Riky,Irfan,maul dan rsna pun selesai sampai sini, selanjutnya dia
akan merubah sikapnya, karena dia tau dengan sikapnya itu dia pasti selalu
mendapatkan masalah, dan mereka pun sadar bahwa guru adalah pahlawan hidupnya.
Narasi :
Selanjutnya, setelah beberapa lama sekolah keadaan 3B semakin membaik, tetapi
ada ke anehan dari chiba makoto, sudah 5
hari berturut turut chiba makoto tidak hadir di sekolah, onibaku yasashi pun
khawatir dengan chiba yang tidak ada kabar.
SCENE 6
Burhan :
“* berjalan mengelilingi kelas sambil mengabsen” Chisai Ayu, Kizu Natsumi, Mika
Minami, Sairenji Karen, Chiba Makoto
Echa : Tidak hadir
Burhan : gak hadir lagi? Sudah 5 kali berturut turut dia gak hadir, ada apa ya sama dia, Kizu, Ayu, bisa kah kau mencari tau kemana chiba seama ini.
Echa : kalau aku sih tidak apa apa? Kalau ayu aku tidak tau.
Ayu : aku sih mau, tapi bukan kah kita biarkan saja, mungkin dia hanya sakit
Resna : Biarkan saja katamu, apakah itu tindakan mu sebagai teman sekelasnya “*dengan nada kencang” kalau kau tidak mau, biakan aku saja yang mencarinya.
Ayu : Siapa yang bilang tidak mau, kau saja yang kebanyakan bicara.
Echa : sudah sudah, kenapa kita tidak mencari bertiga saja, lebih banyak yang mencari lebih cepat kita menemukannyakan.
Burhan : ya benar, kita harus cepat menemukan chiba, kalau dia sampai tidak masuk lagi, dia tidak bisa mengikuti ujian kelulusan.
Riky : Sensei boleh aku mengungkapkan kejujuran..
Burhan : kejujuran tentang apa?
Riky : tentang chiba mengapa tidak masuk berturut turut selama 5 hari ini, tapi sebenarnya aku tidak boleh memberitahukan semua ini, tapi melihat kalian semua khawatir, lebih baik aku memberitahunya. Jadi begini ceritanya.
Echa : Tidak hadir
Burhan : gak hadir lagi? Sudah 5 kali berturut turut dia gak hadir, ada apa ya sama dia, Kizu, Ayu, bisa kah kau mencari tau kemana chiba seama ini.
Echa : kalau aku sih tidak apa apa? Kalau ayu aku tidak tau.
Ayu : aku sih mau, tapi bukan kah kita biarkan saja, mungkin dia hanya sakit
Resna : Biarkan saja katamu, apakah itu tindakan mu sebagai teman sekelasnya “*dengan nada kencang” kalau kau tidak mau, biakan aku saja yang mencarinya.
Ayu : Siapa yang bilang tidak mau, kau saja yang kebanyakan bicara.
Echa : sudah sudah, kenapa kita tidak mencari bertiga saja, lebih banyak yang mencari lebih cepat kita menemukannyakan.
Burhan : ya benar, kita harus cepat menemukan chiba, kalau dia sampai tidak masuk lagi, dia tidak bisa mengikuti ujian kelulusan.
Riky : Sensei boleh aku mengungkapkan kejujuran..
Burhan : kejujuran tentang apa?
Riky : tentang chiba mengapa tidak masuk berturut turut selama 5 hari ini, tapi sebenarnya aku tidak boleh memberitahukan semua ini, tapi melihat kalian semua khawatir, lebih baik aku memberitahunya. Jadi begini ceritanya.
Narasi
: Kenji Kogoro pun menceritakan apa yang
yang chiba makoto bicarakan saat kenji tidak sengaja bertemu dengan chiba di
suatu toko swalayan yang sedang bekerja. 2 hari sebelum onibaku menyadari bahwa
chiba sudah tidak masuk sekolah selama 5 hari berturut turut, sebenar nya kenji
bertemu chiba di tokok swalayan yang sedang bekerja.
Riky :
Chiba kun, apa yang kau lakukan disini.
Owi : yabe, “* berlari”
Riky : hey tunggu. “* mengejar dan menangkap tangan owi” jadi kau tidak hadir sekolah karena bekerja.
Owi : ya, aku bekerja karena aku sudah tidak sanggup lagi bayar uang spp untuk sekolah, di tambah lagi ayah ku, ayah ku sedang sakit dan sekarang sedang di rumah sakit, aku tidak bisa lagi sekolah dalam keadaan seperti ini.
Riky : ooh, aku mengerti. Aku turut perhatian terhadap kau.
Owi : terima kasih.
Riky : berarti kau tidak mengikuti ujian kelulusan, kalau seperti ini.
Owi : aku sangat ingin ikut tapii..
Riky : ya aku mengerti.
Owi : tapi kenji kun, jangan beritahu hal ini kepa semuanya ya, biarkan saja dia terus tidak pedulu terhadap aku.
Riky : ya, serahkan pada ku. “* memukul dada”
Owi : yabe, “* berlari”
Riky : hey tunggu. “* mengejar dan menangkap tangan owi” jadi kau tidak hadir sekolah karena bekerja.
Owi : ya, aku bekerja karena aku sudah tidak sanggup lagi bayar uang spp untuk sekolah, di tambah lagi ayah ku, ayah ku sedang sakit dan sekarang sedang di rumah sakit, aku tidak bisa lagi sekolah dalam keadaan seperti ini.
Riky : ooh, aku mengerti. Aku turut perhatian terhadap kau.
Owi : terima kasih.
Riky : berarti kau tidak mengikuti ujian kelulusan, kalau seperti ini.
Owi : aku sangat ingin ikut tapii..
Riky : ya aku mengerti.
Owi : tapi kenji kun, jangan beritahu hal ini kepa semuanya ya, biarkan saja dia terus tidak pedulu terhadap aku.
Riky : ya, serahkan pada ku. “* memukul dada”
Narasi :
Kembali ke situasi di dalam kelas, dimana riky yang sedang menceritakan
pembicaraan dia dengan chiba makoto.
Riky :
jadi gitu ceritanya, Chiba kun maaf “*ngomong sendiri”
Burhan : hoo jadi begitu. Ya sudahlah, mau di apakan, sudah nasibnya seperti itu
Nur : tidak bisa begitu sensei, kita memulai kelas ini dengan jumalah murid 8 orang, kita tidak bisa mengakhirinya hanya dengan 7 orang.
Burhan : tapi, emangnya kalian bisa, membiayai chiba untuk mengikuti ujian kelulusan.
Echa : ini bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi soal keinginan, jika kita memiliki keinginan untuk membantu taman sendiri maka masalah apapun bisa kita lewati.
Nur : Un “*menganggukan kepala”
Irfan : yossaa, ayo kita kumpulkan uang kita untuk membantu chiba.
Burhan : hoo jadi begitu. Ya sudahlah, mau di apakan, sudah nasibnya seperti itu
Nur : tidak bisa begitu sensei, kita memulai kelas ini dengan jumalah murid 8 orang, kita tidak bisa mengakhirinya hanya dengan 7 orang.
Burhan : tapi, emangnya kalian bisa, membiayai chiba untuk mengikuti ujian kelulusan.
Echa : ini bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi soal keinginan, jika kita memiliki keinginan untuk membantu taman sendiri maka masalah apapun bisa kita lewati.
Nur : Un “*menganggukan kepala”
Irfan : yossaa, ayo kita kumpulkan uang kita untuk membantu chiba.
Narasi :
Pancan dan Nori pun, berkeliling untuk memintakan uang dari masing masing
siswa, tetapi sangat di sayang kan sekali uang yang mereka kumpulkan tidak
cukup untuk membiayai chiba untuk mengikuti ujuian kelulusan.
Nur :
Apa yang kita harus lakukan lagi, uang yang sudah kita semua kumpulkan tidak
cukup untuk membiayai chiba. “* berdiri di depan kelas”
Semuanya : “* menunduk karena kecewa”
Burhan : sudah sudah, sensei senang kalian sudah berusaha untuk membantu teman sendiri, tapi tidak usah di paksakan, membantu orang janganlah berfokus pada apa yang sudah kita tentukan, masih banyak cara kita untuk menolong chiba, walaupun kalian memulainya dengan 8 orang dan mengakhirinya dengan 7 orang tidak apa apa, yang terpenting chiba ada selamanya disisi kita.
Nur : Terus, kita apakan sekarang uang ini.
Echa : bagai mana, untuk membantu ayah nya yang masuk rumah sakit, kan kita bisa mengurangi beban chiba dalam masalah biaya rumah sakit.
Riky : yoo, aku setuju, semuanyaa, apa kalian setuju.. “* teriakk”
Minna : yaa, setujuu..
Riky : kalau begitu, malam ini, kita datangi rumahnya, dan kita nyanyikan saraba koibito untuk chiba dengan keras di depan rumahnya samapai chiba kun keluar.
Irfan : Saraba Chiba kun ka? “* ngoceh dewek”
Resna : Ide yang bagus, kalau begitu ayo kita latihan nyanyi sampai malam tiba.
Minna : yaaaa…
Ayu : Tapi apa ini tidak apa apa ? Pasti nanti ada orang yang marah dan mungkin kita bisa dapat masalah dengan polisi.
Riky : Benar juga
Echa : tapi, bukan kah harus ada perjuangan.
Resna : ya benar, apa pun masalahnya, ini kesempatan kita untuk mengucapkan selamat tinggal kepada chiba.
Nur : Un, Aku tahu, di dalam hati kalian semua juga pasti ingin melakukannya kan
Irfan : kalau begitu, ayo kita lakukan apa yang kita ingin lakukan.
Semuanya : “* menunduk karena kecewa”
Burhan : sudah sudah, sensei senang kalian sudah berusaha untuk membantu teman sendiri, tapi tidak usah di paksakan, membantu orang janganlah berfokus pada apa yang sudah kita tentukan, masih banyak cara kita untuk menolong chiba, walaupun kalian memulainya dengan 8 orang dan mengakhirinya dengan 7 orang tidak apa apa, yang terpenting chiba ada selamanya disisi kita.
Nur : Terus, kita apakan sekarang uang ini.
Echa : bagai mana, untuk membantu ayah nya yang masuk rumah sakit, kan kita bisa mengurangi beban chiba dalam masalah biaya rumah sakit.
Riky : yoo, aku setuju, semuanyaa, apa kalian setuju.. “* teriakk”
Minna : yaa, setujuu..
Riky : kalau begitu, malam ini, kita datangi rumahnya, dan kita nyanyikan saraba koibito untuk chiba dengan keras di depan rumahnya samapai chiba kun keluar.
Irfan : Saraba Chiba kun ka? “* ngoceh dewek”
Resna : Ide yang bagus, kalau begitu ayo kita latihan nyanyi sampai malam tiba.
Minna : yaaaa…
Ayu : Tapi apa ini tidak apa apa ? Pasti nanti ada orang yang marah dan mungkin kita bisa dapat masalah dengan polisi.
Riky : Benar juga
Echa : tapi, bukan kah harus ada perjuangan.
Resna : ya benar, apa pun masalahnya, ini kesempatan kita untuk mengucapkan selamat tinggal kepada chiba.
Nur : Un, Aku tahu, di dalam hati kalian semua juga pasti ingin melakukannya kan
Irfan : kalau begitu, ayo kita lakukan apa yang kita ingin lakukan.
Narasi :
Siswa kelas 3B pun memulai latihan bernyanyi saraba koibito untuk di nyanyikap
kepada chiba, untuk menjadikan bukti perpisahan dan terima kasih terhadap
chiba. Selanjutnya latihan pun selesai dan malam pun sudah datang, siswa kelas
3B pun bersiap siap.
Kondisi
: Owi pulang kerumah yang tidak ada siapa siapa di dalam rumahnya.
Owi : Tadaimaa.. Okaerinasai chiba kun “*mengucapkan sendiri” sekarang tempat ini sepi sekali, huhh,
seseorang tolong aku.Minna : Sayonara to kaita tegami
"Table" no ue ni oita yo
Anata no nemuru kao mite
Damatte soto e tobi dashita
Itsumo shiawase sugita no ni
Kizukanai futari data
Tsumetai kaze ni fukarete
Yoake no mati o hitori yuku
Warui no wa boku no hou sa kimi jyanai
Yureteru kishya no mado kara
Tiisaku ie ga mieta toki
Omowazu mune ni sakenda
Kanarazu kaette kuru yo to
Itsumo shiawase sugita no ni
Kizukanai futari datta
Warga ( Aziz ) : urusai, nani attenda.
Warga ( Nabil ) : keisaitu yobo yo
Warga ( Agi ) : ada seseorang yang bernyanyi dengan keras di luar rumah orang, ini sangat mengganggu cepat kesini “* menelpon”
Kondisi : diam sejenak
Riky : Chiba kun, maaf telah memberitahu soal mu kesemuanya, karena kami semua sangat khawatir dengan kau.
Resna : yaa, kami semua kuhawatir dengan mu.
Nur : kami juga ingin membantu mu dengan, memberikan ini. “* melempar kantong yang isinya uang”
Owi : “* sedih” Semuanya, terimakasih banyak “* dengan nada sedih”
Narasi : tidak lama datang lah polisi yang di panggil oleh warga.
Ry : apa yang kalian lakukan disini, menggagunggu warga sekitar saja.
Riky : hee kau kan?
Ry : hee, kau kan muridnya onibaku, mana dia sekarang?
Burhan : “* cape karena lari” aku disini..
Minna : sensei.
Ry : hey oni baku, kenapa kau membuat murid mu melakukan hal yang mengganggu semacam ini?
Burhan : maaf maaf, ini panjang ceritanya
Ry : yasudahlah, kalau begitu cepat bubar kan mereka.
Burhan : makasih, segera aku bubar kan.
Riky : sensei, maafkan kami
Resna,Echa,Irfan, : sumimasen deshita
Burhan : tidak tidak, apa yang kalian lakukan itu bagus, tidak perlu minta maaf
Echa : tapi tadi sensei, sampai menunduk minta maaf, kami tidak enak melihatnya
Burhan : heh , sudah tidak usah sungkan, aku biasa saja kok. Sudah seharusnya kalian senang apa yang ingin kalian berikan kepada chiba tersampaikan.
sudah sudah, pulang lah cepat, sudah malam ini. Besok ka nada ujian kelulusan. Belajar yang giat ya.
Narasi : Semua pun pada pulang kerumahnya masing masing, dan mempersiapkan untuk ujian kelulusan besok. Selanjutnya pengumuman kelulusan, dan siswa kelas 3B pun semuanya lulus dengan nilai yang bagus. Onibaku Yasashi pun bahagia, karena dia telah berhasil menjadi guru yang sesungguhnya.
Kondisi : dikelas, yang berjumlah 7 orang, dimana semua siswa sedang bahagia dengan kelulusannya.
Riky : masa SMA sudah selesai ya, dan aku lulus tidak bisa di percaya.
Irfan : ya, ya bukan kah itu tidak mungkin kenji.
Riky : sialan kau, kau juga mustahil kan untuk lulus.
Resna : sudah sudah, kalian sama sekali tidak berubah ya.
Echa : Semuanya terimah kasih untuk 1 tahun ini.
Minna : haaii,,
Ayu : un, arigato.
Nur : Kepada chiba juga, terima kasih banyak..
Burhan : “* masuk ke kelas” Konnichiwa
Minna : Konnichiwa sensei…
Siapapun : Sensei arigatou..
Burhan : Arigatou gozaimashita, berkat kalian semua, saya menjadi guru terbaik di sekolah ini.. hahaha “*ketawa” oiya, ada satu lagi yang harus kalian semua selesaikan, Michiko can, masuk lah.
Arum : “*masuk kelas” Konnichiwa
Siapapun : Michiko sensei.. “* kaget”
Arum : doumo
Riky : Michiko sensei, maaf atas kesalahan ku selama ini.
Irfan : aku juga minta maaf
Resna : akujuga, maaf
Arumu : sudah sudah, tidak apa apa kok. Lagi pula emang aku yang tidak berbakat menjadi guru, sekarang aku bekerja menjadi pengasuh bayi.
Maul : heee,, selamatya..
Arum : arigato
Riky : jya, bagaimana kalau kita foto bersama sekarang, “*sambil memegang foto”
Burhan : yosshh, ide bagus, sudah lama aku tidak bergaya.
Minna : hahaha
Kondisi : riky menaruh kamera, yang lain berpose gaya bebas.
Burhan : “* berteriak” MINNA OMEDETOU
Narasi : Akhirnya, semua selesai dengan bahagia, dari siswa kelas 3B ada yang menerus kan untuk berkuliah, ada yang mencari pekerjaan, ada juga yang langsung menikah, dan Chiba makoto pun, sukses dalam pekerjaannya dan ayahnya pun sudah sehat kembali. Onibaku yasashi pun menikahi Arumu michiko, dan semua ini berakhir dengan bahagia, MINNA OMEDETOU ( semuanya selamatya )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar